Mengendalikan Lingkungan khususnya Pencemaran Udara dalam Perspektif Psikologi

By , March 14, 2013 6:36 am

Oleh:
Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph. D
Dosen Fakultas Psikologi UGM

Pengantar
Dari hari ke hari jumlah kendaraan bertambah, padahal ruas dan panjang jalan relatif tetap, apa yang akan terjadi? Dwyer, dkk (1997) menyatakan bahwa problem lingkungan dapat diibaratkan seperti bola salju, semakin lama problem yang dihadapi semakin membesar. Kenapa terjadi demikian? Karena bumi ini di huni oleh manusia yang memiliki keinginan, kehendak dan kepentingan serta berbagai latar belakang kepribadian. Kondisi ini sering memunculkan adanya inkonsistensi antara pengetahuan, sikap dan perilaku. Sehingga meskipun mereka tahu telah mencemari dan membahayakan  namun perilaku pencemaran tetap dilakukan (contoh: merokok. Telah ditunjukkan Hardin (1968) dengan Tragedy of the Commons. Yang memprihatinkan adalah seandainya sebuah kebijakan justru memunculkan masalah seperti yang digambarkan John Platt (1973) sebagai jebakan sosial (social trap). Karenanya kedepan problem sosial yang menyangkut masalah lingkungan akan meliputi problem yang terkait dengan: a. Overpopulation; b. The loose of Natural Resources,  dan c. Polution.

Unduh berkas: Mengendalikan Pencemaran Udara dalam Perspektif Psikologi

Panorama Theme by Themocracy